Petani Tembakau Munari Desa Gunungsari Dengan Hasil Yang Memuaskan

Karena dampak covid-19 sehingga lapangan pekerjaan dirasakan banyak yang berkurang, banyak penggangguran. Untuk mengejar peningkatan perekonomian keluarga, Petani yang satu ini memanfaatkan lahannya untuk mencoba budidaya tanaman tembakau dengan hasil yang memuaskan.

tanaman tembakau sudah di panen (petik daunnya) sekali

Munari adalah petani yang beralamat di RT 02 RW 01 Dukuh Klagen Desa Gunungsari mulai mencoba menanam tembakau di lahannya seluas 0,25 Ha yang bertempat tidak jauh dari rumahnya di RT 01 RW 01 Dukuh Klagen.

Lahan seperempat Hektar Dia belikan bibit tembakau yang baik dan berkualitas sebanyak 2 sendok makan seharga Rp 800.000,- dengan melibatkan tenaga tanam bibit 3 orang dengan upah @ Rp 100.000,- dan sehari sudah selesai dengan jarak tanam 90x60cm. Penaburan benih dilaksanakan secara basah yaitu benih dikecambahkan dulu, baru di tanam. Penyiraman dilakukan secara teratur setiap sore hari. Penyulamanpun dilakukannya jika ada tanaman yang mati.

tanaman tembakau tinggal pemeliharaan dan menunggu panen berikutnya

Tahapan pemupukan yaitu pemupukan pertama umur 1minggu sampai dengan 15 hari, pemupukan kedua umur 25 sampai satu bulan, pemupukan ketiga umur 1 bulan sampai 45 hari. Untuk masa panen tanaman tembakau setiap 3 bulan sekali panen diambil daunnya, dan tiap pohon bisa dipanen daunnya sampai 6 kali.

Dari lahan tersebut Bapak Munari memberikan Pupuk antara lain : Jka dan Za sebanyak 50 Kg seharga Rp 500.000,- dan pupuk Za sebanyak 2 Kwintal seharga Rp 360.000,-. Untuk penggunaan obat Ebsitida untuk menyemprot jamur, lalat, semut dan ulat, Bapak Munari menggunakan obat misalnya Aphis, Prodenia sp, Heliotis sp, ulat grayak, Pratylenchus spp, dll. Pembelian obat hama tersebut habis sekitar Rp 800.000,-

Saat ini Munari sudah panen 1 kali, dengan hasil panen petik daun dari lahan tsb mendapatkan 3 Bal, per Bal 50 Kg, dengan harga Jual per Bal nya Rp 1.500.000,- dan tenaga petik panen 3 0rang @ Rp 100.000,-. Pemasaran daun tembakaunya di setorkan ke Pabrik Sadana Sulang Rembang yaitu mitra kerja Pabrik Rokok Dji Sam Soe. Dan setelah panen pertama Munari masih menunggu panen- panen berikutnya Tinggal pemeliharaan dan perawatan tanaman tembakaunya seminggu sekali.

Kalkulasi panen Pertama Munari adalah : modal awal untuk bibit dan pupuk, obat dan tenaga, dll sampai panen pertama sebesar Rp 2.500.000 dan panen pertamanya menghasilkan Rp 4,500,000. Dikalikan panen sampai 6 kali jadi penghasilan sejumlah Rp 27.000.000,-.

Harapan Bapak Munari agar petani Desa Gunungsari yang mempunyai lahan kosong untuk ikut melaksanakan budidaya tanaman tembakau karena hasilnya sangat memuaskan. Serta modalnya  Kecil tapi hasilnya sangat menjanjikan.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar