Petani Pohon Pisang Bapak Parso Desa Gunungsari Yang Menjanjikan

Jika dilihat secara langsung ke lapangan ternyata sebagian besar masyarakat memandang sepele tanaman pisang. Dan sebagian besar petani masih mengganggap tanaman jagung dan pati lebih menguntungkan.

Namun siapa sangka, tanaman pisang yang biasa dipakai hanya sebagai pelengkap atau sampingan petani dalam bercocok tanam tersebut, ternyata bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit. Salah satunya yang sudah dijalankan petani Gunungsari yaitu Parso yang beralamat di RT 02 RW 01 Dukuh Klagen desa Gunungsari.

Pria yang di kenal rajin dan sukses dalam bertani, dengan sentuhan tangan dinginnya memberikan inspirasi baru kepada masyarakat dengan tanaman pisang miliknya yang terletak di ladang Rt 01 RW 01 yang tak jauh dari rumahnya.

Siapa sangka hasil dari berkebun atau bertani pisang penghasilannya sangat menjanjikan. Bagaimana tidak tanaman pisang yang biasa hanya di tanam untuk melengkapi tanaman pokok kalau di seriusi ternyata menghasilkan  sampai puluhan juta pertahun. Seperti tanaman pisang milik Parso, jenis raja ternyata mampu menambah pundi-pundi keuangannya, bagaimana tidak , dilahannya seperempat Ha, dengan populasi 250 an pohon pisang, dengan satu populasi bisa mencapai Rp 350 ribu sampai Rp 450 ribu.

Penghitungan tersebut, kata Parso , dengan asumsi setiap satu rumpun bisa menghasilkan 3 tandan atau tundun pisang. Dimana setiap satu tandannya Rp 125- 150 ribu. Bisa di hitung satu tandan kalau diambil tengkulak langsung dari kebun rata-rata Rp 150 ribu, kalau 3 tandan berarti bisa menghasilkan Rp 450 ribu setiap populasi.

Ia berharap kepada masyarakat dukuh Klagen untuk bisa memanfaatkan potensi dan peluang besar dengan penghasilan besar dengan menanam pisang dalam waktu sekitar 7 bulan sudah menghasilkan buah.. “Kalau ada lahan gersang dan kosong coba di manfaatkan untuk tanam pisang, apalagi harga pisang selalu stabil,” harap Parso.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar