Usaha Batu Bata Merah Bapak Bari Dukuh Klagen Desa Gunungsari

Gunungsari- Dukuh Klagen merupakan salah satu sentra industri kecil rakyat khususnya pembuatan batu bata merah yang merupakan bahan pokok pembangunan rumah/ gedung/ tembok dan lain-lain.

proses pencetakan batu bata merah

Di dukuh klagen ini Bapak Bari (60) adalah salah satu warga desa Gunungsari yang mempunyai usaha pembuatan batu bata merah. Bari di bantu istrinya Sugi (50) dan anaknya Rudi Hartono (30) setiap hari berada di tobong bata miliknya untuk mencetak batu bata merah yang di buatnya secara manual., dengan ukuran cetakan dari kayu yaitu panjang 20 cm, lebar 10 cm dan tebal 4 cm.Usaha yang dilakukan keluarga ini sudah lebih dari 10 tahun.

Pemilihan lahan tanah untuk membuat bata merahnya adalah dari tanah yang memiliki tekstur sangat liat dan tidak mengandung pasir adalah pilihannya yang paling baik. Dalam dua hari mereka bertiga bisa mencetak 1000 buah bata merah mentah, mulai dari pengedukan, pencampuran sampai pencetakan. Setelah di cetak lalu di keringkan, setelah dapat 7000 sampai 10.000 buah bata merah kering baru mulai pembakaran.

Pembakaran batu bata merah kering tersebut sampai matang memerlukan waktu selama 5 hari 5 malam, dan setelah matang batu bata merah di diamkan dulu selama 2 hari agar dingin. Setelah dingin bata merah di langsiri keluar tobong, oleh kuli langsir biasanya ibu-ibu dengan pembayaran tiap 1000 bata merah di beri imbalan Rp 10 ribu. Untuk penjualan batu bata merah ditempat tiap 1000 bata merah sesuai harga pasaran bisa mencapai Rp 500 ribu.

proses melangsir bata merah keluar tobong

Kendala usaha pembuatan batu bata merah adalah hujan sebab jika hujan proses pengeringan akan lama tapi jika cuaca panas proses pembuatan batu bata merah akan cepat dan bagus. Dengan usaha pembuatan batu bata merah ini, Bari sekeluarga bisa memenuhi segala kebutuhan hidupnya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar