Usaha Gedeg Anyaman Bambu Kardi Dukuh Sawo

Gunungsari- Di tengah maraknya warga yang membangun rumah berdinding semen, tak dinyana rumah berdinding anyaman bambu atau gedeg masih di minati di wilayah pedesaan. Di bandingkan rumah berdinding tembok, dinding gedeg memiliki keunggulan. Selain lebih murah, gedeg anyaman bambu ramah lingkungan.

Keberadaan dinding gedeg pun tak lepas dari masih adanya usaha kerajinan tangan ini, salah satu pengrajin gedeg yang masih eksis yang berlokasi di Dukuh Sawo RT 07 RW 02 Desa Gunungsari yaitu Bapak Kardi. Dia sudah sejak kecil mulai menganyam bambu untuk membuat gedeg karena ini warisan leluhur, dan memperoleh bahan bakunya dengan membeli bambu dari lahan warga sekitar. Kardi hanya menggunakan bambu yang berkualitas bagus untuk membuat gedeg. Pemilihan bambu yang berkualitas membuat gedeg anyaman kardi mampu bertahan lama.

proses pembuatan gedeg anyaman bambu

Kardi biasa memproduksi dinding bambu atau gedeg sesuai pesanan pelanggan. Setiap hari dia mampu menganyam satu lembar  gedeg aten (iratan bambu bagian tengah) dan satu lembar gedeg kulitan dengan ukuran umum, jika ngemenke atau lembur. Setiap satu lembar gedeg kulitan dan satu lembar gedeg aten menghabiskan bambu antara 5 sampai 6 bambu dengan harga bambu per batang yang besar Rp 30 ribu dan yang agak kecil Rp 25 ribu.

Untuk penjualan gedegnya tiap satu lembarnya ukuran umum yang gedeg kulitan, Kardi menjual seharga Rp 250 ribu, untuk Gedeg aten tipis di jual seharga Rp 80 ribu, jika ada yang mau pesan gedeg, harga menyesuaikan pesanan, sesuai ukuran dan permintaan bahan bambunya, minta kulitan atau aten. Dengan menekuni usaha kerajinan anyaman bambu ini Kardi bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan bisa meningkatkan perekonomian keluarganya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar