Ritual Manganan Atau Selamatan Warga Dukuh Sawo Sebelum Sedekah Bumi

Desa Gunungsari tidak hanya terkenal sebagai desa anyam- anyaman, tapi juga selalu hadir dengan nuansa adat dan budaya. Seperti yang dilakukan dukuh Sawo desa Gunungsari. Hari Rabu sore sesudah Ashar kemarin masyarakat dukuh Sawo melaksanakan Manganan ( Selamatan ) di Punden Sawo sebelum pelaksanan Sedekah Bumi Dukuh Sawo  yang akan dilaksanakan besok Senin Pahing tanggal 20 Juli 2020.

Sudah menjadi agenda rutinan sejak zaman nenek moyang, masyarakat dukuh Sawo untuk mengadakan Manganan( Selamatan) sebelum pelaksanaan Sedekah Bumi yang dilaksanakan di Punden Sawo. Pelaksanaan Manganan ( Selamatan) yang di lakukan warga dukuh Sawo ada ketentuannya yaitu setiap Hari Senin atau hari Kamis, Tidak boleh hari lain selain hari senin dan Kamis, tapi biasanya masyarakat dukuh Sawo melaksanakan Manganan (selamatan) di hari Minggu Sore atau Rabu sore sehabis Sholat Ashar, karena menurut hitungan kalender Jawa Senin Sore atau Rabu sore itu sudah merupakan hari Senin dan hari Kamis.

Uniknya Manganan ( Selamatan ) masyarakat dukuh Sawo harus ada Ayam Ingkung Lengkap utuh dengan Jeroan hati ayam ingkung tersebut dan tidak boleh ada yang ketinggalan, untuk ikan yang di gunakan untuk Manganan tidak boleh menggunakan lauk selain ayam. Setiap tahunnya masyarakat dukuh Sawo melaksanakan Manganan paling sedikitnya satu kali, kadang lebih dari satu kali dilaksanakan. Kegiatan Manganan juga dilaksanakan Kalau sesudah Panen, Mau punya Hajatan seperti Pernikahan atau Khitanan.

Dalam ritual tersebut dilakukan dengan membaca doa di Punden Sawo yang di pimpin oleh Bapak Modin atau Kasi Kesra desa Gunungsari yaitu Bapak Ahmat Sholeh. Pelaksanaan Manganan ( Selamatan ) ini sebagai wujud syukur atas nikmat Penghidupan yang telah di berikan Allah SWT dengan harapan masyarakat desa Gunungsari khususnya dukuh Sawo lebih sejahtera, aman, damai dan guyup rukun.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar