Tradisi Nanjak Lebaran Ketupat Desa Gunungsari Masih Di Lestarikan

Budaya kupatan atau Riyoyo kupat adalah budaya yang sudah lama ada di jawa, namun seiring perkembangan zaman tradisi kupatan berakulturasi dengan tradisi islam, dan hampir setiap daerah memiliki ke khas an untuk merayakan hari raya kupatan.

Pada hari ini masyarakat pada umumnya membuat ketupat yaitu jenis makanan yang di buat dari bahan beras yang dimasukan kedalam anyaman daun kelapa / janur yang di buat berbentuk kantong kemudian di masak, setelah matang lalu ketupat tersebut di antarkan ke kerabat terdekat dan kepada mereka yang lebih tua sebagai bentuk silaturrahmi dan simbol kebersamaan dan lambang kasih sayang.

Di Desa Gunungsari tradisi nanjak/ slametan lebaran  kupatan masih di lestarikan sampai sekarang yaitu tradisi slametan yang di laksanakan pada hari ketujuh bulan syawal, secara filosofi janur yang dibuat untuk membungkus ketupat menurut orang jawa di yakini bisa menolak bala / nasib buruk, oleh karena itu setiap lebaran ketupat masyarakat desa Gunungsari selalu melaksanakan nanjak / slametan kupatan, untuk dukuh Klagen nanjak kupatan hari ini di laksanakan di Balai Desa Gunungsari, untuk Dukuh Sawo di laksanakan di Gedung Serba Guna yang terletak di kawasan punden Sawo, pelaksanaannya dilakukan pada pagi hari tadi sekitar jam 5.

Pelaksanaan selametan Lebaran ketupat berharap Kepala Desa Berserta Perangkatnya dan semua Warga Desa Gunungsari di beri Keselamatan, kecukupan, kesehatan, ketentraman, kemulyaan lahir batin dunia akhirat..Aamiin..Ya Robbal Alamin.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar