Panen Walik Dami Desa Gunungsari

Petani di desa Gunungsari  langsung walik dami ( menanam padi kembali ) setelah panen musim pertama , petani mengaku langsung walik dami karena Intensitas hujan sedang tinggi, apabila tidak llangsung ditanami padi  petani mengaku khawatir tidak mendapat kan air karena desa Gunungsari adalah desa tadah hujan.

Kunarto salah satu petani desa Gunungsari yang  langsung walik dami karena hujan sedang bagus, hanya tiga sampai empat hari setelah panen pertama di bulan Februari Dia langsung walik dami karena masih ada hujan yang cukup deras, maka bulan Mei ini Dia sudah panen musim kedua.

Dia menyebutkan bahwa panen saat ini sangat bagus apalagi di saat pandemi  Covid-19 yang berdampak penurunan  penghasilan atau perekonomian di luar bidang pertanian, dengan hasil panen saat ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan warga pada umumnya dan kebutuhan keluarga pada khususnya.

Dari luas sawah bp. Kunarto kurang lebih 2500 meter persegi  membutuhkan biaya sekitar 3 juta lebih, biaya itu untuk tenaga kerja, sarana produksi termasuk beli bibit dan pupuk. Dari lahan tersebut bisa menghasilkan  1700 kilogram gabah kering panen, saat ini harga di tingkat petani  sekisaran Rp 5000 per kilogram, sehingga kalau dihitung kasar seluas kurang lebih 2500 meter persegi  bisa  menghasilkan Rp 6 juta lebih ‘ kata bp. Kunarto mengakiri penjelasannya’.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar