Supervisi Petugas Kesehatan Puskesmas Batangan Ke Posko Covid-19 Desa Gunungsari

Peninjauan dan pengecekan petugas kesehatan Puskesmas Batangan terhadap aktivitas dan kinerja di posko covid-19 desa Gunungsari pada hari kamis tanggal 14 mei 2020 mengenai tugas-tugas penjaga posko covid-19 desa Gunungsari mengenai kepulangan warga pemudik OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) , isolasi mandiri orang dalam pantauan, daftar jaga posco dan stigma covid-19, serta penyerahan leaflet dan masker.

Petugas posko Covid-19 desa Gunungsari selalu siaga terhadap kepulangan warga dari merantau di luar daerah terutama daerah-daerah yang di nyatakan Zona Merah untuk wajib isolasi mandiri ODP ( orang dalam pantauan). Adapun arahan untuk isolasi mandiri antara lain :

  1. Jaga jarak fisik ( phisical distancing ) dengan orang lain dan anggota keluarga di rumah,
  2. Menerapkan PHBS antara lain : cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir, konsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, tidak merokok, aktifitas fisik di rumah, kendalikan penyakit penyerta,
  3. Terapkan etika batuk,
  4. Jika hasil rapid test negatif, memeriksakan diri ulang pada hari 10, jika positif dilanjutkan pemeriksaan PCR sebanyak 2x selama 2 hari berturut-turut,
  5. Memakai masker pada waktu di rumah,
  6. Memakai peralatan makan dan mandi terpisah dengan anggota keluarga lain,
  7. Bersedia mengisi lembar Kesediaan isolasi mandiri/karantina rumah jika tidak mentaati dari fihak posko covid-19 desa Gunungsari dan kepala desa koordinasi dengan Puskesmas Batangan untuk di jemput dan dikarantina di Safin Pati.

Dari fihak keluarga yang kedatangan keluarga untuk di isolasi mandiri dihimbau dari petugas posko covid-19 desa Gunungsari untuk tidak panik, tenang dan waspada, tidak saling mengobrol, cuci baju dipisah antara ODP dan yang sehat, pola hidup dan pola makan yang sehat, rajin OR dan istirahat cukup,minum air mineral 8 gelas/ hari, semua keluarga pakai masker dan jaga kebersihan lingkungan.

Petugas posko covid-19 desa Gunungsari selalu siap berjaga siang malam untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (covid-19) dan wabah ini bisa segera berakhir, serta kepada warga di himbau untuk ‘stop stigma covid-19’ karena stigma lebih berbahaya dari virus itu sendiri. Adapun antisipasi stigma antara lain : Sebarkan berita yang terbukti faktanya, mencari informasi terpercaya serta sebarkan berita yang positif, beri apresiasi kepada para tenaga medis.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar